 Wakil Walikota Dumai, dr Sunaryo
|
Senin, 08 Februari 2010 | 19:45 |
DUMAI (satuRiau) - Tak perlu rujukan, masyarakat Dumai cukup membawa kartu tanda penduduk (KTP), dilayani berobat gratis di seluruh Puskesmas dan rawat inap di klas III RSUD Dumai. Obat yang diperlukan pasien juga tak perlu beli dari luar.
Pemerintah Kota (Pemko) Dumai memiliki program prioritas. Salah satunya program peningkatan sumber daya manusia (SDM) melalui peningkatan pendidikan. Jaminan kesehatan diberikan kepada seluruh masyarakat Dumai.
“Seluruh masyarakat Dumai sudah terlindungi. Siapapun dia, asal memiliki KTP Dumai dilayani berobat gratis di Puskesmas, rawat inap di klas III RUSD juga begitu, tak perlu bayar,” tegas Wakil Walikota (Wawako) Dumai dr H Sunaryo kepada satuRiau.com disela-sela Sosialisasi Jamkesmas di kantor Camat Sei Sembilan Senin (8/2).
Tidak saja untuk berobat, namun pasien yang harus menjalani operasi juga tak dipungut biaya. Surat rujukan dari Puskesmas tak perlu lagi. Yang terpenting masyarakat memiliki KTP dapat berobat gratis. “Masyarakat tak perlu lagi ambil surat miskin, syarat berobat gratis hanya KTP Dumai, tak ada yang lain,” tegas Sunaryo lagi.
Sementara itu, Wawako Dumai dalam sambutanya pada acara sosialisasi yang dihadiri Kadiskes Dumai, Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Dumai Drs Nizam, Direktur RSUD Dumai, Camat Sei Sembilan Drs M Abdul MSi, dan lurah, Ketua RT dan kader Pos Yandu menybutkan, kendati berobat gratis sudah dilaksanakan sejak Fabruari 2009 silam, namun sosialisasi masih harus dilakukan secara terus menerus.
Para Lurah, ketua RT dan kader Pos Yandu di seluruh kota Dumai diharapkan turut berpatisipasi mensosialisasikan program tersebut. Hal tersebut penting, menginat program peningkatan SDM tak boleh terlambat. “Yang berani memberikan masyarakat berobat gratis baru kita, kota Dumai,” ungkapnya.
Wawako Dumai menambahkan tidak pasien yang dirawat inap di Puskesmas di seluruh kota Dumai yang gratis makan dan berobat, namun keluarga yang menjaga pasien juga diberikan makan gratis. Bahkan mobil Ambulans untuk mengangkut pasien rujukan ke Pekanbaru juga diberikan gratis
Selain kesehatan, yang tak kalah pentingnya adalah program peningkatan pendidikan masyarakat Dumai. Sebab tanpa pendidikan yang memadai, dikawatirkan masyarakat kota Dumai akan menjadi penonton .
Menurut Wawako Dumai untuk masuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) tak bisa lagi dengan hanya modal ijazah SMA, tapi harus sarjana. Itu sebabnya, Pemko Dumai vokus dan menjadikan program peningkatan kesehatan dan pendidikan menjadi skala prioritas.
“Semua program ini perlu diinformasikan kepada masyarakat, peran lurah, ketua RT dan kader Pos Yandu sangat diharapkan,” pinta Sunaryo.
Dalam kesempatan itu, Camat Sei Sembilan Drs Muhammad Abdul MSi melaporkan, Kecamatan Sei Sembilan memiliki satu Puskesmas, tujuh Pustu dan 24 Pos Yandu. Sedangkan tenaga medis yang ada diantaranya; tiga dokter umum, satu dokter gigi, 20 orang perawat ditambah 15 orang bidan desa.
“Kami rasa masih diperlukan penambahan dokter dan tenaga aisten apoteker,” pintanya.
Sedangkan angka kemiskinan di Sei Sembilan tahun 2009 ditemukan sebanyak 1.550 Rumah Tangga Miskin (RTM). Namun pada tahun 2010 menurun tajam menjadi 1.305 RTM. “Angka tersebut sesuai data BPS,” urainya. [**/Jns] | |
| » Berita Terkait | | Soal Rekening Gendut, KPK Tunggu Kerja Polri | | Yusril Minta Maaf Pada Pengurus PBB | | Beckham Rayu Ronaldinho ke Galaxy | | 737 RTSdi Teluk Binjai Terima Raskin | |