PEKANBARU (satuRiau)- Puluhan mahasiswa asal Kabupaten Kuantan Singingi yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Melayu Riau (GEMPUR), Selasa (2/6/09) kembali berunjuk rasa di depan gedung Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau. Belasan mahasiswa ini menuntu Kejati untuk mengusut dugaan kasus korupsi di Pemerintahan Kabupaten Kuansing dan Dinas Pendidikan Riau.
Dalam selebaran pernyataan sikapnya, GEMPUR mendesak Kejari Kuansing melalui Kejati Riau untuk segera mengusut tuntas dugaan korupsi proyek pengadaan 3 unit gapura sebesar Rp1 miliar lebih tahun anggaran 2006. Pembangunan gapura tersebut menurut mahasiswa tidak melalui proses lelang.
Selain meminta pengusutan kasus dugaaan korupsi pembangunan gapura, pengunjukrasa juga mendesak penegak hukum untuk mengusut dugaan korupsi pengadaan alat berat senilai Rp1,8 miliar pada anggaran tahun 2007, proyek pembangunan drainase di Desa Logas senilai Rp1 miliar dan beberapa proyek yang diduga tidak sesuai dengan ketentuan seperti pembuatan jembatan wisata di Desa Sawah, dan dana block grand di Dinas Pendidikan Kuansing.
"Kita minta Kejati mengusut tuntas kasus-kasus korupsi di Kuansing yang telah merugikan rakyat dan negara," ujar demonstran sambil membentang beberapa poster.
Pengunjukrasa juga meminta Kejati untuk mengusut dugaan korupsi yang terjadi di Dinas Pendidikan Riau, yaitu proyek pengadaan genset 40 Kilovolt untuk 6 SMK yang nilainya lebih dari Rp 1,1 miliar pada anggaran 2008.
Sementara itu, Kepala Kejati Riau yang diwakili Asisten Intelijen Kejati Riau Heru Chairuddin SH, yang dihadapan mahasiswa berjanji dirinya akan meneruskan aspirasi tersebut kepada pimpinan.
Ia juga menyebutkan bahwa dalam pengusutan dugaan korupsi pihaknya tidak bisa bertindak jika tidak memiliki data-dta yang lengkap.
"Kalau kawan-kawan mahasiswa memiliki data yang lengkap tentang kasus-kasus ini sampaikan kepada kami agar bisa ditindak lanjuti. Kami tidak bisa bertindak jika data-data itu hanya katanya-katanya tapi tidak ada data lengkap," ujar Heru.
Puas dengan jawaban Kejati mahasiswa meninggalkan halaman gedung menuju kampus masing-masing.
Selama aksi unjukrasa berlangsung ini mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian hingga berakhir pada pukul 11.15 wib. [jel]