Jum'at, 30/Juli/2010
DAERAH
 
Rakor PBP Digelar
Draf Anggaran Harus Selesai Akhir Mei



Kondisi Kota Dumai saat Banjir terjadi.[Foto: Dokumentasi]


Selasa, 12 Mei 2009 | 08:11
DUMAI (satuRiau) - Musibah dan bencana dapat terjadi kapan dan dimana saja. Untuk memaksimalkan penanganannya, Pemerintah Kota (Pemko) Dumai melakukan langkah antisipasi dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggunalan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP) di Sanggar PKK Dumai Senin (11/5/09) kemarin.

Ibarat pepatah, “Sediakan Payung Sebelum Hujan”, begitu Pemerintah Kota (Pemko) mengantisipasi kemungkinan diluar dugaan manusia yaitu bencana. Kepala Dinas, Badan dan Kepala Kantor dilibatkan dalam Rakor tersebut.

Wakil Walikota (Wawako) Dumai dr H Sunaryo dalam sambutanya pada Rakor Perumusan Kebijakan dan Singkronisasi Pelayanan, Upaya-upaya Penanggunalangan Bencana dan Kejadian Luar Biasa di Sanggar PKK Dumai Senin (11/5/09) menegaskan, untuk dapat menangani musibah dan bencana diperlukan biaya. Itu sebabnya draf anggaran yang diperlukan masing-masing bidang tugas harus sudah selesai akhir Mei 2009.

“Dana yang diperlukan diajukan dalam APBD Dumai. Untuk itu, draf anggaran dari masing-masing bidang dibahas bersama anggota dan harus sudah diajukan akhir Mei ini,” tegas Sunaryo.

Menurut Wawako Dumai, penanggulangan musibah dan bencana di Dumai dilakukan satu komando. TNI, Polri, Satker Pamko Dumai dan PMI dilibatkan di dalam penangnanannya.

Dalam penggunaan anggaran harus tertib administrasi. Itu sebabnya setiap bidang diminta untuk membuat program dan anggaran yang diperlukan untuk dibahas bersama dalam pertemuan lanjutan.

“Penanganan bencana harus terkoordinasi dengan baik dan tepat sasaran,” pintanya.

Dalam kesempatan itu, Wawako Dumai memberikan kesempatan kepada yang hadir untuk memberi masukan dan pendapat.

Kepala Dinas Sosial kota Dumai Drs Amiruddin dalam laporannya menegaskan, penanganan bencana dan musibah tidak saja dilakukan di tingkat kabupaten dan kota, tapi ada mulai tingkat pusat hingga kecamatan se Indonesia.

Menurut Amiruddin di tingkat pusat namanya Bakornas PB sementara di Provinsi namanya Satkorlak PB. Sedangkan di kota Dumai diberi nama Satlak PBP dan di tingkat kecamatan Satuan Tugas (satgas) Penanggulangan Bencana (PB).

Penanganan bencana itu sendiri dilakukan secara terkoodinir dengan melibatkan Satuan Kerja (Satker), pengamanan dan komponen lainnya. Bidang pengamanan misalnya, kata Kadis Sosial dipercayakan kepada Polresta Dumai, Pengawasan dibawah koordinasi Inspektorat, Evaluasi dibawah koordinasi Kadis Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan dan Kadis Perindag, bidang penerangan dan pertolongan pertama, Kadis Kesehatan, sedangkan Komunikasi diserahkan kepada Kabag Humas Pemko Dumai.


Sedangkan jenis bencana terdiri dari; banjir, tanah longsor, letusan gunung berapi, angin topan, gempa bumi, kekeringan, kebakaran, kebakaran hutan, wabah penyakit dan hama tanaman. Diantara berbagai jenis bencana tersebut yang dikawatirkan terjadi di Dumai, diantaranya kebakaran, dan kebakaran hutan dan lahan, angin topan, kekeringan, wabah penyakit dan gempa bumi.

“Sedangkan letusan gunung berapi dan tanah longsir hapir dapat dipastikan tak terjadi di Dumai, mengingat daerah ini berada di dataran rendah,” ujar Wawako Dumai lagi.[ryn/01]
» Berita Terkait
Ribuan Rumah Terendam
Draf Anggaran Harus Selesai Akhir Mei

 

 
 
 
 
| Redaksi | FotoNews | LowonganKerja| DirectoryRiau | Index |  
satuRiau.com | satuNews.com