Jum'at, 30/Juli/2010
EKONOMI
 
Prode November 2009
Ekspor Riau Naik, Import Turun




Senin, 01 Maret 2010 | 20:44
PEKANBARU (satuRiau) - Nilai ekspor Riau priode November 2009 mencapai US$1.003,22 juta atau naik 4,43 persen dibandingkan Oktober 2009 yang hanya US$960,66 juta. Sementara nilai import mencapai US$51,18 juta atau turun 33,30 persen dari US$76,73 juta.

Demikian ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Abdul Manaf kepada wartawan, Senin (1/3) dalam keterangan persnya. Abdul Manaf menjelaskan, hal ini berdasarkan data mentah yang telah dihimpun dan diolah BPS Riau dari sejumlah Bea Cukai di Bumi Lancang Kuning.

Abdul Manaf menjelaskan, memang terjadi naiknya nilai ekspor Riau pada November 2009 ini, tetapi secara komulaitf nilai eskpor Januari-November 2009 sebesar US$9.453,03 juta. Atau mengalami penurunan sebesar 34,7 persen dibanding periode yang sama 2008 sebesar US$14.476,71 juta.

"Kontribusi nilai ekspior Riau terhadap nasional November 2009 sebesar 9,32 persen dan pada Januari-November 2009 sebesar 9,16 persen," ungkapnya sembari menambahkan untuk ekspor migas pada November 2009 mencapai US$285,9 juta atau turun 21,65 persen dibandingkan ekspor migas pada Oktober 2009.

Sedangkan, lanjutnya selama Januari-November 2009 eskpor migas di Provinsi Riau ini hanya mencapai US$2.916,38 juta atau mengalami penurunan sebesar 48,81 persen jika dibandingkan pada Januari-November 2008. Sementara itu untuk ekspor non migas

Riau pada November 2009 mencapai US$717,32 juta. Artinya kata Abdul Manaf, untuk ekspor non migas itu naik 20,4 persen jika dibandingkan ekspor non migas pada Oktober 2009. "Tapi secara komulaitf selama Januari-November 2009 mencapai US$6.536,66 juta atau turun 25,55 persen dibandingkan periode yang sama pada 2008," katanya.

Dijelaskannya, selama periode Januari-November 2009 itu ekspor non migas didominasi oleh lemak dan minyak hewani/nabati sebesar US$4.609,89 juta (70,52 persen), kemudian diikuti kertas dan karton sebesar US$849,36 juta (12,99 persen), bubur kayu/pulp US$514,91 juta (7,88 persen).

"Kontribusi ketiganya mencapai 91,39 persen dari total ekspor non migas Riau," katanya sembari menyebutkan selain itu ekspor non migas Riau periode Januari-November 2009 paling tinggi ke India sebesar US$1.457,99 juta, diikuti China US$1.399,71 juta, Belanda US$698,59 juta, Malaysia US$387,93 juta, Italia US$245,24 juta.

Sehingga kontribusi kelima negara itu mencapai 64,08 persen terhadap keseluruhan ekspor non migas Riau. Namun pada sisi lain, katanya ekspor hasil industri dan hasil pertanian selama Januari-November 2009 masing-masing turun sebesar 25,91 persen dan 22,68 persen.

Sementara itu untuk Impor Riau, kata Abdul Manaf di bulan November 2009 hanya mencapai US$51,18 juta atau turun 33,30 persen dari US$76,73 juta. Secara komulatif, sebutnya nilai impor Januari-November 2009 sebesar US$658,48 juta atau mengalami penurunan sebesar 57,87 persen.

"Dibanding priode yang sama ditahun 2008 mencapai US$1.563.05 juga terjadi penurunan," katanya sembari menyebutkan kontribusi nilai impor Riau terhadap Nasional dibulan November 2009 sebesar 0,58 perseb dan pada priode Januari-Noveber 2009 sebesar 0,76 persen," katanya.

Dikatakan, impor migas November 2009 mencapai US$4,00 juta atau turun 26,97 persen dibanding impor bulan Oktober yang sebesar US$5,48 juta. Dan sebutnya bila dibandingkan impor migas priode Januari-November 2009 mencapai US$61,85 juta atau mengalami kenaikan sebesar 28,62 persen pada priode yang sama.

Dijelaskan, iImpor non migas bulan November 2009 mencapai US$47,18 juta atau turun 33,79 persen dibanding impor bulan Oktober yang sebesar US$71,26 juta. "Sedangkan impor non migas Januari-November 2009 sebesar US$596,63 juta dibanding dengan priode yang sama ditahun 2008 terjadi penurunan 60,62 persen," katanya.

Abdul Manaf menambahkan, impor non migas ini selama Januari-November 2009 berasal dari Singapura mencapai US$110.01 juta(18,44 persen), diikuti Malaysia US$94,11 juta (15,77 persen), China US$62,26 juta (10,43 persen), Chili US$50,18 juta (8,41 persen), Amerika US$48,69 juta (8,16 persen).

"Dengan kontribusi kelima negara itu mencapai 61,21 persen terhadap keseluruhan impor non migas," katanya sembari menyebutkan kalau menurut golongan penggunaan barang pada Januari-November 2009 impor barang konsumsi, bahan baku dan barang modal masing-masing mengalami penurunan juga. [**/drd]
» Berita Terkait
Soal Rekening Gendut, KPK Tunggu Kerja Polri
Yusril Minta Maaf Pada Pengurus PBB
Beckham Rayu Ronaldinho ke Galaxy
737 RTSdi Teluk Binjai Terima Raskin

 

 
 
| Redaksi | FotoNews | LowonganKerja| DirectoryRiau | Index |  
satuRiau.com | satuNews.com