DUMAI (satuRiau) - Walikota Dumai Drs H Zulkifli AS MSi telah menyerahkan Daftar Pencairan Anggaran (DPA) APBD Dumai TA 2010 kepada seluruh SKPD Dumai di gedung Pendopo Sri Bunga Tanjung Jalan Putri Tujuh Dumai Jumat (12/3).
Program pembangunan di masing masing Serikat Kerja Perangkat Daerrah (SKPD) Kota Dumai sudah dapat dilaksanakan, menyusul diserahkannya DPA Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Dumai Tahun Anggaran (TA) 2010.
Walikota Dumai Drs Zulkifli AS MSi menjelaskan, APBD Dumai TA 2010 sudah disyahkan dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Dumai Nomor 01/ 2010 tanggal 11 Maret 2010 serta Peraturan Kepala Daerah Nomor 03/ 2010 tanggal 11 Maret 2010. “Secepatnya lakukan pekerjaan dan laksanakan tepat waktu,” tegasnya
Wako Dumai menjelaskan, pembangunan kota Dumai memiliki skala prioritas yakni, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan. Bidang kesehatan, Pemko Dumai menyadari sepenuhnya bahwa majunya sebuah Kota adalah ditentukan oleh kualitas pendidikan yang diberikan kepada generasi muda.
Oleh karenanya Pemko Dumai terus berusaha memperbaiki kualitas pendidikan, guna mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul, cerdas dan berakhlak mulia yang nantinya menjadi pengelola sumberdaya yang ada di Kota Dumai secara profesional demi mewujudkan masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera.
Komitmen dan keberpihakan untuk memperbaiki kualitas pendidikan tersebut, telah diwujudkan melalui kebijakan alokasi anggaran untuk bidang pendidikan sejak Tahun 2007 sekurang-kurangnya sebesar 20 % dari APBD. Bahkan pada tahun 2009 telah dialokasikan anggaran sebesar 178 milliar atau 22,9 %. ”Hal ini sejalan dengan yang diamanatkan oleh Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2002 tentang Sistem Pendidikan Nasional,” terangnya
Sementara bidang kesehatan, Pemko Dumai menyadari bahwa diperlukan perbaikan dalam kualitas Pelayanan Kesehatan. Untuk itu Pemko Dumai telah membangun dan merehabilitasi prasarana dan sarana kesehatan seperti Rumah Sakit Umum, Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Polindes, Posyandu dan Perumahan bagi Tenaga Medis dan Paramedis. ”Kebijakan dibidang kesehatan ini secara langsung telah membawa pengaruh yang cukup signifikan terhadap peningkatan kualitas SDM,” katanya
Manurut Wako Dumai, untuk tahun anggaran 2010, Pemerintah Kota Dumai telah menyiapkan program pembebasan biaya gratis rawat inap kelas III di RSUD Dumai yang di peruntukkan bagi masyarakat Dumai yang kurang mampu dengan sebutan Jaminan Kesehatan Kota Dumai (Jamkesko Dumai).
Sedangkan dalam penurunan jumlah penduduk yang hidup dibawah garis kemiskinan, Pemko Dumai sejak tahun 2006 telah melaksanakan program pengentasan kemiskinan dan mulai tahun 2007 program pengentasan kemiskinan tersebut dilaksanakan secara lebih terfokus dengan konsep 3-T yaitu: Terencana, Terukur, dan Terpadu yang menggunakan data base penduduk miskin yang tepat dan akurat. Dengan menggunakan konsep tersebut, jelas Wako Dumai jumlah penduduk miskin Kota Dumai pada tahun 2007 sebanyak 10.620 KK atau 21,2 % dari jumlah Rumah Tangga penduduk Kota Dumai yaitu sebanyak 50.021 KK. Sementara tahun 2008 jumlah penduduk miskin turun menjadi 9.824 KK atau turun sebesar 7,49 %.
Demikian pada tahun 2009 jumlah warga miskin menjadi 8.451 KK atau turun sebesar 13,97 %. Hal tersebut telah sesuai dengan RPJMD Kota Dumai dimana target untuk menurunkan angka kemiskinan sebesar 10 % sampai dengan tahun 2010. ”Alhamdulillah dalam dua tahun berjalan kita telah dapat menurunkan angka kemiskinan di Kota Dumai sebesar 10,73 %,” terangnya.
Dijelaskan, salah satu program pengentasan kemiskinan yang dijalankan adalah Pemko Dumai adalah dengan telah dilaksanakannya program budget sharing dengan Pemprov Riau dalam upaya pengembangan lembaga ekonomi pedesaan berupa Usaha Ekonomi Kelurahan Simpan Pinjam (UEK SP), dimana sampai tahun 2008 telah terealisasi pada 19 kelurahan dan pada tahun 2009 meningkat menjadi 25 Kelurahan dengan jumlah bantuan dana usaha sebesar 500 Juta / Kelurahan. Atau total dana keseluruhan dana sebesar Rp. 12,5 Milyar. Dari jumlah dana tersebut telah berkembang menjadi Rp. 16,7 Milyar atau naik sebesar 34 % dengan jumlah peminjam sebanyak 2.287 orang yang tersebar di 25 Kelurahan Kota Dumai.
Sedangkan dalam peningkatkan pembangunan infrastruktur, Pemko Dumai berupaya untuk melakukan peningkatan Infrastruktur terutama yang berkaitan dengan pelayanan dasar masyarakat. Khusus pelayanan air minum bagi masyarakat Kota Dumai, sampai baru terlayani sebesar 4 %. ”Namun pada tahun 2009 Alhamdulillah kita telah mulai melaksanakan pembangunan infrastruktur air minum dengan kapasitas 80 L/dtk akan dapat didistribusikan kepada masyarakat dengan pemasangan Sambungan Rumah (SR) sebanyak 5.000 Kepala Keluarga. Pada tahun 2010 ini akan ditingkatkan menjadi 25 s/d 30 ribu Kepala Keluarga. Dengan demikian dari sasaran akhir proyek tersebut, penduduk/masyarakat Kota Dumai yang akan terlayani air minum sebesar ± 58,51 %,” tuturnya.
Pembangunan infrastruktur lain Pemko Dumai dari tahun ke tahun terus berupaya untuk meningkatkan akses jalan dari dan antar Kelurahan, dari Kecamatan dan antar Kecamatan, guna meningkatkan sektor perekonomian masyarakat. Sementara untuk peningkatan ekonomi kerakyatan dan usaha kecil menengah, pembangunan bidang perekonomian secara keseluruhan, pengukuran keberhasilan kinerja selama tahun 2009 secara keseluruhan dipergunakan indikator kinerja makro yang merupakan indikator kinerja yang mempresentasikan kinerja Pemko Dumai sebagai hasil kontribusi implementasi program dan kegiatan tahun 2009 dari seluruh unit kerja. Indikator kinerja makro yang digunakan adalah indikator kinerja makro ekonomi dan indikator kinerja makro sosial.
Sesuai data yang diperoleh dari BPS kota Dumai diketahui bahwa PDRB per kapita juga mengalami peningkatan. Tahun 2006 PDRB per kapita sebesar Rp 12,03 Juta, dan pada tahun 2007 meningkat menjadi Rp 14,32 Juta dan perkiraan sementara pada tahun 2008 meningkat menjadi Rp 17,78 Juta. (BPS-Kota Dumai).
Dalam kesempatan itu, Wako Dumai menjelaskan, dasar pelaksanaan APBD Dumai TA 2010 yaitu dokumen pelaksanaan anggaran yang memuat pendapatan, belanja dan pembiayaan. Adapun DPA tersebut diantaranya; Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 49.000.963.332,-, dana pembangunan sebanyak Rp 448.951.855.495,- dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 162.920.414.427,-.
Sementara DPA belanja tidak langsung terdiri dari gaji dan tunjangan PNS dan DPRD serta KDH dan WKDH tahun 2010 sebesar Rp.296.238.063.220,- dan sudah termasuk kurang bayar tunjangan beban kerja dan tempat bertugas bulan Desember tahun 2009 sebesar Rp. 8.132.140.000,-. DPA belanja langsung tahun anggaran 2010 berupa proyek multi years (air bersih), sharing budget, program gratis rawat inap kelas III RSUD dan Raskin. Apapun DPA pembiayaan terdiri dari komposisi penerimaan pembiayaan daerah dan pengeluaran pembiayaan daerah.
Pada tahun 2010, ujar Wako Dumai kebijakan pengeluaran pembiayaan daerah adalah untuk 2 (dua) Kelurahan sebesar Rp. 1.000.000.000,- yang merupakan dana bergulir kepada masyarakat atau lembaga ekonomi tertentu yaitu usaha ekonomi kecil simpan pinjam (UEK-SP) serta pembayaran hutang kepada rekanan (pihak ketiga) tahun anggaran 2009 sebesar Rp. 30.164.519.429,- dengan rincian sebagai berikut:; tagihan pekerjaan pihak ke-3 sebesar Rp. 28.821.289.178,-, beban bunga ganti rugi pada pihak ke-3 sebesar Rp. 461.930.251,-, beasiswa bagi yang kurang mampu bulan Desember 2009 sebesar Rp. 261.000.000,-, transportasi guru Bantu bulan Desember sebesar Rp.220.300.000,- serta tnjangan guru SK Kepala Sekolah sebesar Rp.400.000.000,-
Kata Zul As, rasa kebersamaan dalam mewujudkan pembangunan bagi Kota Dumai telah bersebati di hati semua masyarakat Dumai, karena karunia yang diberikan Allah SWT. Sebab tanpa izin dan ridhonya semua perjuangan dan usaha baik dahulu, sekarang dan yang akan datang akan jauh dari keberhasilan. ”Jika kita berhasil sekalipun, keberhasilan ini akan kosong dari berkah sehingga ianya berubah menjadi sumber musibah dan malapetaka. Kesyukuran kita yang utama adalah kedamaian dan keamanan yang kita nikmati selama ini, karena saya sangat yakin dan percaya bahwa Keamanan itu mahal dan tak datang dengan mudah tanpa usaha dan doa yang tulus dan ikhlas kepada Allah SWT,” ungkapnya Wako Dumai
Untuk itu, Zul As mengajak seluruh masyarakat Dumai untuk menggunakan kesempatan untuk kembali mengevaluasi diri atas perwujudan visi dan misi Kota Dumai serta langkah-langkah yang telah dilakukan. “Adalah pekerjaan rumah kita bersama untuk dapat menghadapi tantangan dalam sektor pendidikan, kesehatan dan perekonomian yang menjadi fokus kita bersama, karena selain menyentuh urat nadi kehidupan masyarakat juga memiliki kaitan erat dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. [**/Jns]