Jum'at, 30/Juli/2010
HUKRIM
 

Polda Riau Diminta Serius Tangani Kasus Malpraktek




Rabu, 20 Januari 2010 | 22:18
PEKANBARU (satuRiau) - Keluarga korban dugaan malpraktek dilakukan Irwanto Bahar selaku dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pematang Reba, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) yang dilaporkan ke Polda Riau beberapa bulan lalu. Namun hingga yang dilaporkan, kini belum jelas sejauh mana penaganan penyidikan kasus tersebut.

"Kita sudah melaporkan kepada Polda Riau terkait adanya malpraktek dilakukan Dr Irwanto Bahar yang sehari-hari bertugas di RSUD Pematang Reba. Laporan ini sudah masuk beberapa bulan lalu. Tapi, hingga kini kasus yang menimpa Elina Fitri (11) ini laporan disampaikan tersebut tidak jelas perkembanganya," kata Ide Samsudin.

Ide selaku keluarga korban dugaan malpraktek ini wartawan, Rabu (20/1) mengatakan, sangat merasa kecewa atas kenirja penegak hukum di Riau ini. Karena sampai saat ini tidak tahu apa perkembangan dari laporan disampaikan ke Polda untuk meminta pertanggungjawaban Dr Irwanto Bahar yang saat itu menangani Elina Fitri di RSUD Pematang Reba.

"Saya hanya minta kepada Polda Riau serius untuk mendalami dan menangani kasus dugaan malpraktek yang dilakukan Dr Irwanto Bahar tersebut. Lihat saja kondisi Elina Fitri ini yang perutnya dibelah-belah dan infeksi pula. Ini akibat salah operasi dilakukan Dr Irwanto," ujarnya sembari menjelaskan, seharusnya ini tidak perlu di operasi.

Sebab lanjutnya, saat itu Eliana Fitri yang kejadian bulan Juli 2008 lalu mengalami sakit perut dan orang tua korban membawanya ke RSUD Pematang Reba, Indragiri Hulu. Saat itu korban ditangani Dr Irwanto Bahar dan mengatakan korban menderita usus buntu dan harus dioperasi. Tapi tanpa persetujuan orang tua korban, langsung dioperasi hingga ususnya dipotong.

Setelah dioperasi, lanjutnya bercerita, korban mengalami kejang-kejang dan ingin muntah tetapi tidak bisa keluar. Melihat hal itu keluarga korban melarikan Elina Fitri ke RS Awal Bros Pekanbaru untuk mendapatkan pertolongan. Mendapat pertolongan di RS Awal Bros, diketahui bahwa usus korban mengalami infeksi dan harus dilakukan operasi kembali.

Saat itu, sebutnya keluarga korban menyerahkan seluruhnya kepada Dokter RS Awal Bros untuk menuju jalan baiknya. Setelah dilakukan operasi hingga dua kali, akhirnya korban mulai membaik. Setelah korban mulai membaik atau rawat jalan, maka keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Polda Riau untuk meminta pertanggungjawaban Dr Irwanto Bahar.

"Tapi itu tadi, laporan kasus dugaan malpraktek dilakukan Dr Irwan Bahar di RSUD Pematang Reba tersebut tidak ada kejelasan. Hal inilah yang menjadi pertanyaan kami dari pihak keluarga korban malpraktek dialami Elina Fitri tentang keseriusan Polda Riau melakukan pengusutan. Sebab hingga kini belum jelas penyidikan kasus tersebut," katanya. [**/drd]
» Berita Terkait
Soal Rekening Gendut, KPK Tunggu Kerja Polri
Yusril Minta Maaf Pada Pengurus PBB
Beckham Rayu Ronaldinho ke Galaxy
737 RTSdi Teluk Binjai Terima Raskin

 

 
 
| Redaksi | FotoNews | LowonganKerja| DirectoryRiau | Index |  
satuRiau.com | satuNews.com