Minggu, 14/Maret/2010
DAERAH
 
Proyek Asal-asalan
Hearing Komisi IV dengan Kadis dan SKPD Batal




Kamis, 04 Februari 2010 | 16:23
BANGKINANG (satuRiau) – Pengerjaan sejumlah proyek di lingkungan Disdikpora dan Dinas PU Bina Marga Kabupaten Kampar yang terkesan asal-asal. Menyikapi persoalan tersebut Komisi IV DPRD Kampar mengundang kepala dinas dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) untuk hearing.

Hearing yang dijadwalkan pada Kamis (4/2) pagi terpaksa ditunda karena ketidakhadiran dua kepala dinas. Bahkan, PPTK dari Dinas PU Bina Marga turut untuk tidak menghadiri undangan dewan.

Tentang ketidakhadiran pejabat terkait, hanya dari Disdikpora yang ada konfirmasi. Menurut Kabid Bina Program Disdikpora, Naharun dan dua PPTK yang hadir; Zarlis dan Yudi, Kadisdikpora Kampar tidak bisa hadir memenuhi undangan dewan disebabkan sedang mengikuti kegiatan di Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Provinsi Riau. Sedangkan dari Dinas PU Bina Marga, tidak ada yang hadir sama sekali.

“Tidak ada konfirmasi dan keterangan yang didapat tentang ketidakhadiran PPTK dan kepala dinasnya,” ungkap Repol SAg, ketua Komisi IV DPRD Kampar.

Disebutkan Repol, agenda hearing untuk mempertanyakan pelaksanaan proyek di dua dinas tersebut dilakukan setelah pekan lalu, Komisi IV melakukan kunjungan ke lokasi proyek di dua dinas tersebut yang dianggarkan dalam APBD Kampar tahun 2009.

“Pengerjaan proyeknya terkesan amburadul dan asal jadi. Kita memang harus berdiskusi dengan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah, Red) terkait untuk mempertanyakannya,” kata Repol.

Dalam temuan Komisi IV, untuk proyek di Dinas PU Bina Marga, ditemukan jembatan Bencahkelubi, Tapung, yang baru dibangun sudah roboh akibat banjir beberapa waktu lalu. “Pengerjaan proyek itu sepertinya tidak mengikuti standar pembangunan jembatan dan aturan main yang ditetapkan PU Bina Marga,” sebut Repol.

Proyek lainnya yang bermasalah di lingkup PU Bina Marga, menurut Komisi IV DPRD Kampar adalah pembangunan jembatan Sungai Tai di Kecamatan Tambang dan pembangunan jalan hotmix di Desa Sumbermakmur, Tapung. Dua proyek ini juga terkesan asal jadi.

Sementara itu, untuk proyek di Dinas Dikpora Kampar, Komisi IV DPRD Kampar menemukan pembangunan gedung yang juga terkesan asal jadi. Yakni; pembangunan gedung SMA Negeri 1 Bangkinang Seberang, gedung SMP Negeri 1 Bangkinang, gedung SMA Muhammadiyah, gedung Taman Kanak-kanak (TK) dan gedung pustaka di Desa Sumbermakmur, Kecamatan Tapung. “Pengerjaan proyek-proyek tersebut sepertinya tidak maksimal,” sebut Repol.

Ketidakhadiran pejabat terkait, terutama kepala dinas dari dua SKPD di Kabupaten Kampar tersebut dalam menghadiri undangan hearing DPRD Kampar, membuat Komisi IV memutuskan untuk menunda dilaksanakan hearing. “Kita akan mencari waktu yang tepat,” sebut Repol. [**/mahyuddin]
» Berita Terkait
Dikabarkan Penyidik Polda Turun ke Rohil
PSPS Terpaksa Takluk Dikandang Sendiri
Mengaku Penyuluh BNP Ditangkap
Dana PNPM Mandiri Diduga Diselewengkan

 

 
 
 
 
| Redaksi | FotoNews | LowonganKerja| DirectoryRiau | Index |  
satuRiau.com | satuNews.com