Kamis, 11/Maret/2010
DAERAH
 

DPRD Desak Pemkab Gesa PT Kamparicom




Senin, 08 Februari 2010 | 19:09
BANGKINANG (satuRiau) - Filet alias daging tanpa tulang ikan patin dari Kampar, sepertinya bakal menjadi primadona baru untuk ekspor ker dunia internasional. DPRD Kampar memberikan dukungan dan berharap agar PT Kamparicom segera melakukan langkah-langkah untuk mempercepat proses perwujudannya.

"Kita berharap, selain dapat membuka peluang kerja baru, kehadiran PT Kamparicom seharusnya betul-betul dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat," ungkap Ketua DPRD Kampar H Syafrizal.

Hal itu diungkapkan Syafrizal ketika dimintai tanggapannya usai memimpin sidang paripurna istimewa DPRD Kampar sempena peringatan hari jadi Kabupaten Kampar ke-60, Sabtu (6/2), akhir pekan kemarin.

"Pemkab Kampar, mesti menggesa pihak-pihak yang terlibat dalam pengelolaan perusahaan itu untuk mempercepat realisasinya. Perlu diingat, tujuannya harus betul-betul untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat," tegasnya.

Seperti dimaklum, PT Kamparicom merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang penyertaan modalnya melibatkan tiga unsur. Yakni; Pemkab Kampar, Pemprov Riau dan PT Bonecom.

Tanggapan yang diberikan Syafrizal, tentu saja seiring dengan pernyataan Wakil Gubernur Riau HR Mambang Mit yang mengatakan bahwa Kampar merupakan sentra perikanan ikan air tawar di Provinsi Riau.Filet ikan patin, kata Wagubri, kedepannya merupakan diantara andalan dari Kabupaten Kampar ini dalam kancah marketing internasional.

"Sebagai sentra produksi ikan air tawar, daerah ini memang sangat potensial dalam pembudidayaan ikan patin. Potensinya luar biasa," kata Mambang Mit menjawab insan pers usai menghadiri sidang paripurna istimewa DPRD Kampar. "Pemprov Riau, tetap konsen dalam upaya-upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat," katanya.

Sementara itu, Bupati Kampar H Burhanuddin Husin mengungkapkan, bahwa Pemkab Kampar saat ini sedang melakukan tahapan-tahapan dalam operasional PT Kamparicom. Diantaranya sedang mempersiapkan strategi dan upaya tetap tersedianya bahan baku.

"Bila pabrik sudah berdiri, tentu saja bahan baku tak boleh terputus. Untuk itu, mulai dari pembibitan, pemeliharaan dan masa panen, ada hitungan-hitungan secara berkala, sehingga ketersediaan bahan baku selama pabrik beroperasi terjamin," katanya.

Hal demikian, tentu membuka peluang besar bagi masyarakat terutama peternak ikan. Sedangkan untuk pabrik PT Kamparicom sendiri, sudah dipersiapkan di Desa Kotoperambahan. Tinggal membangun pabrik.

Beberapa waktu lalu, dalam demo filet ikan patin yang dilakukan PT Kamparicom di labor Dinas Perikanan Kampar di Bangkinang, diketahui bahwa daging ikan kualitas ekspor adalah ikan dengan dagingnya berwarna putih. Daging ikan kategori tersebut ada pada jenis ikan patin pasopati yang merupakan hasil perkawainan silang patin jambal dengan patin siam.

Sementara saat ini, yang dipelihara sebagian besar peternak ikan adalah jenis ikan patin jambal. Untuk itu, pihak Pemkab Kampar sepertinya mesti terus mensosialisasikan mengenai ikan patin pasopati tersebut. [**/rilis/mahyuddin]
» Berita Terkait
JAPIKOR Desak Polisi Usut Korupsi Disbudpar
H. Muchlis Gantikan H Sulaiman Sebagai Sekda
Kejari Terima SPDP Kasus Pejabat Kampar
Jennifer Dunn Nikah Siri dengan Sunan Kalijaga

 

 
 
 
 
| Redaksi | FotoNews | LowonganKerja| DirectoryRiau | Index |  
satuRiau.com | satuNews.com