Hari Ini, Komisi III Tinjau Lapangan
BANGKINANG (satuRiau) – Komisi III DPRD Kampar dijadualkan melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke kebun Batulangka, Rabu (3/3), besok. Kunker kali ini merupakan serangkaian upaya investigatif oleh DPRD Kampar terhadap aset-aset daerah.
“Kita ingin menginvestigasi dan menginventarisir aset-aset pemerintah daerah. Diantaranya, ya, kebun di batulangka,” ungkap Yuli Akmal, ketua Komisi III DPRD Kampar, Selasa (2/3).
Yuli Akmal mengungkapkan, Pemkab Kampar tidak pernah melaporkan dan menjelaskan tentang pengelolaan aset kebun di Batulangka ke DPRD Kampar. “DPRD sepertinya hanya mendapat isu-isu tentang keberadaan aset. Padahal, kalau memang ada aset investasi tentu output-nya adalah penghasilan asli daerah (PAD). Namun, dalam APBD 2010, kebun Batulangka tak ada disebut sebagai sumber PAD,” kata Yuli Akmal.
Tentang pengelolaan kebun, menurut Yuli Akmal, pihak pemerintah daerah juga tidak pernah memberitahu DPRD. Informasi yang berkembang mengungkapkan, bahwa pengelolaan kebun Batulangka dipercayakan kepada PD Aneka Karya oleh Pemkab Kampar. Namun PD Aneka Karya, menyerahkan pula pengelolaannya kepada KNPI Kampar. Tentang pengelolaan seperti itu, tak pernah dilaporkan oleh pemerintah daerah kepada DPRD Kampar.
Seharusnya, disebabkan ini merupakan aset daerah, kata Yuli Akmal, Pemkab Kampar memberitahu DPRD tentang sistem pengelolaan tersebut. “Tak persoalan, siapa pun pengelolanya selama dikordinasikan dan dilakukan sesuai sesuai aturan dan prosedur,” katanya.
“Kalau ada pengalihan pengelolaan aset daerah, pemerintah harus membicarakannya dengan DPRD. Soalnya, ini menyangkut kebijakan pemerintah daerah,” sebut Yuli Akmal.
Pasca pemekaran Kabupaten Kampar menjadi tiga kabupaten dengan berdirinya Kabupaten Pelalawan dan Rokan Hulu berbagai aset Kampar di kabupaten hasil pemekaran memang menjadi rujukan perbincangan. Aset berupa perkebunan sawit di Batulangka, misalnya, secara wilayah masuk ke Kabupaten Rokan Hulu.
“Kita memang harus kedudukannya secara de facto, dejure, serta pengelolaannya di lapangan dan nilai PAD yang dihasilkan dari aset tersebut,” jelas Yuli Akmal.
Dalam peninjauan kebun hari ini, Komisi III DPRD Kampar mengagendakan membawa serta PD Aneka Karya, KNPI Kampar dan Dinas Perkebunan Kampar. Dilibatkannya tiga unsur tersebut untuk memudahkan mendapat informasi pengelolaan di lapangan.
Tinjau Sentra Perikanan
Komisi III DPRD Kampar, hari ini juga dijadualkan melakukan kunjungan ke sentra perikanan air tawar di Desa Kotomasjid, Kecamatan XIII Kotokampar. Anggota dewan akan melihat langsung kondisi usaha perikanan di daerah itu. Sehingga nantinya, bila PT Kamparicom sudah mulai beroperasi dan memprduksi fillet ikan patin, kebutuhan akan bahan baku tetap terjamin.
“Kita perlu tahu kesiapan petani ikan dalam pembudidayaan ikan, sehingga selain menciptakan kualitas terbaik, tentang kuantitas pun bisa dijaga. Kuantitasnya tentu saja tergantung pada bahan baku,” sebut Yuli Akmal. [**/mahyuddin] |