TELUK KUANTAN (satuRiau) - Sejumlah pejabat akhirnya masuk bui dan banyak yang saat ini tengah menjalani pemeriksaan. Akibat staf banyak yang melapor asal bapak senang ( ABS ). Untuk organisasi independen seperti LSM dan Ormas dilibatkan dalam pemantuan pelaksanaan proyek di lapangan.
" Mereka memberikan laporan kepada Bupati secara langsung, dengan
demikian selain membeirkan laporan mereka juga akan memberikan
rekomendasi untuk menyelesaikan permasalahan yang mereka temui,"ujar
Sekretaris Puskabangda, Sujadi pada wartawan akhir pekan ini.
Rasanya ajakan untuk melibatkan organisasi independen suatu yang baik.
Daripada mereka langsung melaporkan temuan mereka kepada aparat
penegak hukum, baik kejaksaan, kepolisian hingga ke komis pemberantasan korupsi.
" Ini juga bentuk kebersamaan dan kesatuan dalam membangun Kuansin
kedepan kearah yang lebih baik," ujarnya.
Selama in katanya upaya in belum pernah dilakukan oleh pemerintah
daerah. Karena itu organisasi independen banyak yang bergerak sendirian untuk melakukan pemantauan. Tapi tentunya keterlibatan ini harus dipikirkan dengan matang sebelum dilaksanakan, terutama tentang teknis dan alur kerja mereka.
Tambahnya, semua pihak pada dasarnya ingin membangun Kuansing
dengan harapan yang lebih baik. Perbedaannya terletak pada bidang dan
fungsi masing-masing. Visi ini yang harus dirintis untuk disamakan
persepsinya.
Sementara itu Ketua Lembaga Peduli Kuansing, Ilyas mengaku banyak juga
kalangan LSM yang selama ini bergerak tidak meneruskan temuan mereka
ke penegak hukum. Mereka terlebih dahulu menyampaikan ke pemerintah
daerah. Tapi karena tidak ada tindak lanjut atau mereka tidak diberi
tahu tentang tindak lanjut yang sudah dilakukan, mendorong mereka
untuk meneruskan temuan mereka untuk ditindaklanjuti oleh jajaran
penegak hukum yang ada. [**/is]