Jum'at, 30/Juli/2010
DAERAH
 

Saik Kuantan Mudik Impikan Desa Modern




Senin, 22 Februari 2010 | 22:23
LUBUK JAMBI (satuRiau) - Desa Saik yang terletak di Kecamatan Kuantan Mudik kondisinya sangat menyedihkan, karena sampai saat ini belum tersentuh jalan aspal sedikitpun. Namun semangat gotong royong cukup tinggi.

Masyarakat Desa Saik yang berpenduduk lebih kurang 1027 jiwa dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) 225 terletak di bagian barat Kecamatan Kuantan Mudik, yang berbatasan dengan Kecamatan Hulu Kuantan. Saat ini kekurangan sarana prasarana penunjang. Demikan disampaikan Kepala Desa Saik, Al-Fita kepada wartawan melalui andphone selulernya, Senin (22/2).

Menurut Al-Fita, beberapa waktu lalu seluruh masyarakat telah melakukan gotong-royong dengan membuka jalan baru, mulai dari ujung desa Saik menuju ke perbatasan dengan desa Pebaun Hulu, yang melalui dipinggir pencetakan sawah.

"Alhamdullillah, pembangunan jalan tersebut telah selesai sepanjang kurang lebih satu kilometer, dengan semangat gotong royong warga," paparnya. Pembukaan jalan baru tersebut, tidak hanya cukup disitu, tetapi terus dilakukan dan bahkan untuk pembangunan sarana transportasi jalan Saik ke Serosa (kecamatan Hulu Kuantan) sepanjang 8 km, dan jalan Saik menuju ke Desa Gunung (Kecamatan Gunung Toar) sepanjang 6 km.

Usulan-usulan pembukaan jalan baru tersebut akan dimasukkan pada Musrenbang Kabupaten Kuantan Singingi dari Kecamatan Kuantan Mudik, yang bertujuan Saik menuju perkampungan moderen, yang semula dari desa terisolir atau sulit dijangkau akibat kurang lancarnya sarana transportasi.

Pembangunan di Desa Saik menuju perkampungan moderen ini juga di dukung dengan pembangunan sarana pendidikan, dan bahkan saat ini telah berdiri SMP kelas jauh dari SMPN 2 Kuantan Mudik, dan direncanakan pada tahun ini akan dibangun sebanyak tiga lokal dengan luas lahan sekitar 3 hektar, melalui anggaran APBN.

Sementara itu, tokoh masyarakat Saik, Lepi juga mengungkapkan, akan terus berjuang dan membuka beberapa kawasan, agar desa Saik ini menjadi sebuah perkampungan moderen dan tidak lagi terisolir sebagaimana yang disebut terdahulu.
Baik bidang pendidikan, perkebunan (peremajaan dan pembuatan kebun karet), pertanian (pencetakan sawah seluas 50 hektar), transportasi jalan baik menuju ke desa Serosa (Hulu Kuantan) maupun menuju ke Gunung (Gunung Toar). [**/ongah]
» Berita Terkait
Soal Rekening Gendut, KPK Tunggu Kerja Polri
Yusril Minta Maaf Pada Pengurus PBB
Beckham Rayu Ronaldinho ke Galaxy
737 RTSdi Teluk Binjai Terima Raskin

 

 
 
 
 
| Redaksi | FotoNews | LowonganKerja| DirectoryRiau | Index |  
satuRiau.com | satuNews.com