Jum'at, 30/Juli/2010
NASIONAL
 

LSM Sayangkan Aksi Berlebihan Kepolisian




Sabtu, 14 November 2009 | 17:16
PEKANBARU(satuRiau) - Organisasi masyarakat sipil menyayangkan reaksi berlebihan dari kepolisian dalam melakukan pembubaran dan penangkapan 21 aktivis WNI dan 11 aktivis WNA Greenpeace South East Asia setelah mendapatkan laporan dari PT RAPP.

”Kami menyayangkan reaksi berlebihan kepolisian, dimana seharusnya Polisi cukup mengamankan aksi dan juga mengamankan security PT RAPP dan menyuruh PT RAPP berhenti sementara dalam melakukan pembatatan hutan dikawasan hutan yang bergambut dengan ketebalan 3 meter lebih, disamping kepolisian harus juga memeriksa kebenaran izin beroperasinya PT RAPP serta Izin beroperasinya” kata Ali Husin Nasution, SH Direktur Kantor Bantuan Hukum Riau.

Ia menambahkan, WNA yang mendukung aksi Grenpeace juga telah masuk secara resmi ke Indonesia. Kantor Imigrasi Pekanbaru yang mendefortasi 11 WNA yang ikut aksi damai tersebut juga tindakan yang sangat berlebihan, karena aksi terebut tidak merusak, tidak anarkis, dan bertujuan untuk penyelamatan hutan Indonesia dan mencegah perubahan iklim menjadi iklim yang buruk.

Hutan di semenanjung Kampar tumbuh di atas tanah gambut dengan kedalaman lebih dari tiga meter tanah. Dalam kaitan dengan kerapuhan ekologis tentang kedalaman tanah gambut ini, Type hutan didalam kawasan jenis ini dilindungi oleh hukum Indonesia.

PT RAPP mengakui telah mendapatkan izin definitif pengelolaan hutan seluas 56 ribu hectare di Semenanjung Kampar.

”Kami mengecam izin yang diberikan kepada PT RAPP dan meminta pertanggungjawaban pernyataan yang disampaikan oleh Direktur Jendral Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Departemen Kehutanan disalah satu media nasional yang menyebutkan Pemeberian izin itu ada aturannya,” kata Susanto Kurniawan Kordinator Jikalahari.

Jafri Datuk Penghulu Besar Kordinator Aliansi Masyarakat Adat Riau mengatakan agar jangan jadikan masyarakat sebagai “tameng” mengadu domba sesamanya dan perpanjangan tangan perusahaan untuk menghadapi aktivitas yang menghimbau penyelamatan di semenanjung Kampar.

Hariansyah Usman, Direktur Walhi Riau menyayangkan sikap perusahaan yang tidak peduli akan himbauan penyelamatan Semenanjung kampar membuktikan arogansi dan juga membuktikan bahwa PT RAPP yang katanya peduli terhadap lingkungan adalah pernyataan yang tidak benar. (**rls)

» Berita Terkait
Soal Rekening Gendut, KPK Tunggu Kerja Polri
Yusril Minta Maaf Pada Pengurus PBB
Beckham Rayu Ronaldinho ke Galaxy
737 RTSdi Teluk Binjai Terima Raskin

 

 
 
 
 
| Redaksi | FotoNews | LowonganKerja| DirectoryRiau | Index |  
satuRiau.com | satuNews.com