Jum'at, 10/09/2010
NASIONAL
 

Dewan Konsuil Pusat Disambut Demo



Demo konsuil


Rabu, 31 Maret 2010 | 23:36
PEKANBARU (satuRiau)- Ratusan warga perumahan dan sejumlah devoleper di Kota Pekanbaru berunjukrasa menolak keberadaan Komite Keselamatan untuk Instalasi Listrik (Konsuil). Aksi ini dilakukan bertepatan dengan kedatangan Ketua Dewan Konsuil Pusat, Tunggono di Hotel Pangeran yang melakukan pertemuan dengan PT PLN dan Dirjen ESDM.

Pantauan lapangan, Rabu (31/3) pagi itu keberadaan pengunjuk rasa yang dalam
jumlah cukup besar tersebut menyebabkan hampir menguasai satu sisi ruas arus lalu-lintas di Jalan Jendral Sudirman depan Hotel Pangeran itu tersendat, karena dikuasai pendemo. Polisi melakukan pagar betis, agar massa tidak terus ke tengah jalan.

Jumlah pendemo merupakan gabungan Real Estate Indonesia (REI) Riau, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Riau, Asosiasi Pengembang Perumahan Seluruh Indonesia (Apersi) dan kelompok pengembang lainnya, serta masyarakat calon konsumen PLN. Itu hadir dengan satu suara yang dalam orasinya, massa dengan tegas menyatakan penolakan terhadap Konsuil.

Koordinator Lapangan aksi, Sumardi menyebutkan, bahwa keberadaan Konsuil harus

ditolak karena bertentangan dengan ketentuan undang-undang. Apalagi Konsuil menempatkan masyarakat sebagai obyek. Dia menilai, Konsuil ini akan menjadi ancaman bagi pengembang. Sebab, saat ini ada ribuan rumah baru yang tak bisa dialiri listrik.

"Ribuan rumah akan terancam tidak mendapatkan aliran listrik yang dikarena belum

mendapat persetujuan Konsuil. Apalagi sebelumnya, DPRD Riau juga menolak keberadaan Konsuil ini. Bahkan mereka mengungkap sejumlah provinsi juga menyatakan penolakannya dengan alasan Konsuil akan membebani masyarakat," kata Sumardi diaminkan massa.

Ratusan massa menolak keberadaan Konsuil di Riau karena dianggap mempersulit

masyarakat, dan menuding organisasi itu sejenis lembaga pungli yang terstruktur. Massa juga mendesak pemerintah dan pihak berwenang mengusut uang yang telah dipungut Konsuil selama ini. Audit dana yang sudah dipungut Konsuil selama ini.

"Pungutan dilakukan Konsuil itu tidak ada dasar hukumnya yang jelas. Maka itu

Konsuil yang melakukan pungutan tersebut harus dilakukan audit kemana dana-dana itu dialirkan," katanya sembari mengatakan keberadaan Konsuil menjadi ancaman serius bagi kelangsungan upaya penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat.

Massa juga mensupport kinerja dan meminta PLN agar tidak mengindahkan 'gertak

sambal' atau tekanan dari KOnsuil. Menurut demonstran, yang terpenting PLN urus saja daftar tunggu sambungan listrik baru warga yang jumlahnya mencapai 7000 sambungan.

"PLN tak perlu khawatir. Kami masyarakat Riau siap memback-up," katanya.

Ketua Dewan Konsuil Pusat, Tunggono terkesan tidak mau keluar menemui pendemo,
hanya berada dalam hotel menanggapi aksi penolakkan lembaga dipimpinnya ini mengatakan, bahwa kedatangannya ke Pekanbaru dalam rangka mensinergikan tugas dan kewenangan Konsuil dengan pihak terkait, seperti PLN dan pengembang.

"Kedatangan saya kesini justru dalam pertemuan yang semestinya bisa menyamakan

presepsi terhadap hal-hal selama ini masih menjadi perbedaan antara Konsuil dengan pihak terkait, seperti PLN dan rekan-rekan pengembang dari REI atau DPRD Riau serta lainnya," ujarnya sembari mengatakan Konsuil adalah dalam rangka memberikan jaminan.

Sementara, keberadaan Konsuil sudah mendapat penolakan oleh DPRD Riau, bahkan
sudah merupakan keputusan pimpinan DPRD Riau kepada Gubernur Riau untuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Hal ini ditegaskan anggota Komisi C DPRD Riau, Roem Zein dimintai tanggapanya. "Sikap DPRD Riau sudah jelas, menolak keberadaan Konsuil," katanya. [**/drd]
» Berita Terkait
Soal Rekening Gendut, KPK Tunggu Kerja Polri
Yusril Minta Maaf Pada Pengurus PBB
Beckham Rayu Ronaldinho ke Galaxy
737 RTSdi Teluk Binjai Terima Raskin

 

 
 
 
 
| Redaksi | FotoNews | LowonganKerja| DirectoryRiau | Index |  
satuRiau.com | satuNews.com