 Marzuki Alie
|
Jumat, 21 Mei 2010 | 10:54 |
JAKARTA (satuRiau) - Calon Ketua Umum Partai Demokrat, Marzuki Alie akhirnya memastikan diri ikut maju dalam pemilihan ketua umum pada Kongres Partai Demokrat, Kamis (20/5) malam, karena menghargai kepercayaan kader-kader daerah yang diberikan kepadanya.
"Masak kepercayaan para kader Partai Demokrat yang rasional dan cerdas saya tolak untuk lari dari gelanggang. Makanya saya terima demi kebesaran Partai Demokrat," kata Marzuki dalam acara penerimaan dukungan DPD-DPC se-Indonesia untuk menjadi ketua umum Partai Demokrat 2010-2015 di Hotel Bidakara, Jakarta.
Sebelumnya, Marzuki Alie yang juga Ketua DPR RI itu terkesan malu-malu untuk maju dalam kongres. Menurut Marzuki, dirinya bukan tipikal orang yang mengejar jabatan.
Ia mengatakan, dirinya bertekad maju karena adanya dorongan dari para kader yang rasional dan cerdas yang tidak mungkin lagi dihindarkan.
Dalam pidatonya, Marzuki meminta kepada seluruh peserta kongres untuk melihat kongres sebagai sebuah moment untuk mengkonsolidasikan seluruh kekuatan Partai Demokrat.
Kongres, tambahnya, jangan justru dijadikan sebagai arena untuk mengkotak-kotakkan diri.
"Seluruh kader hendaknya berangkat ke Bandung dengan semangat konsolidasi dan bukan sebaliknya dengan mengkotak-kotakkan diri. Kita harus berpikir ke depan bagaimana konsolidasi program partai, organisasi, kekuatan SDM partai. Jadi jangan masuk arena kongres justru dengan semangat permusuhan," kata Marzuki.
Menurut Marzuki, pemilihan ketua umum hanyalah salah satu agenda kongres, dimana diharapkan para peserta dapat memilih sosok yang benar-benar memahami kelebihan, kekurangan,kekuatan dan kelemahan partai serta memahami kekurangan dan cara-cara memberdayakan kekuatan demi menemukan jawaban untuk membangun partai.
Marzuki mengatakan, tantangan yang semakin berat tentunya membutuhkan pemimpin yang bisa mengorganisasikan seluruh hal itu yang bisa dilihat dari rekam jejak pemimpin tersebut," katanya.
Marzuki sendiri mengakui bahwa dirinya sejak mendirikan Partai Demokrat bersama pendiri-pendiri lainnya termasuk Ketua Dewan Pembina SBY, terus berusaha membangun, mempelajari kekuatan dan kelemahan Demokrat maupun parpol lainnya. Selain itu juga mendengarkan berbagai kendala dan masalah yang dihadapi para kader-kader PD di seluruh Indonesia.
"Saya terus melakukan itu sejak awal, terlebih dua bulan terakhir ini saya tahu persis dan mempelajari benar hal itu untuk mendapatkan solusinya. Saya katakan kepada DPC dan DPD kriteria-kriteria pemimpin apa sebaiknya yang mereka pilih dan supaya jangan memilih karena perut dan takut, namun karena pilihan yang cerdas serta rasional," katanya.
Dalam kesempatan itu Marzuki juga mengingatkan kader bahwa kebesaran PD saat ini sangat terkait dengan nama besar SBY. Jadi, tambahnya jangan sekali-kali berpikir untuk mentransformasi partai figur menjadi partai publik.
"Itulah salah satu disertasi saya kemarin. Saya melakukan penelitian dan riset untuk itu. Jangan sekali-kali untuk mentransformasi partai figur menjadi partai kader,jika itu dilakukan maka partai akan hancur karena biar bagaimanapun besarnya Demokrat tidak lepas dari kebesaran nama SBY. Figur SBY dihilangkan dengan transformasi maka habis kita," kata Marzuki sambil menjelaskan bahwa itu adalah hasil disertasinya dan bukan berniat menyerang lawannya dalam pemilihan ketum.
Untuk menjadikan Partai Demokrat semakin besar, Marzuki memiliki tiga misi besar yakni pertama, semakin mendekatkan Partai Demokrat dengan rakyat. Kedua, menyatukan seluruh kekuatan partai dalam satu perahu dan ketiga, mereformasi secara gradual agar Partai Demokrat benar-benar dapat menjadi partai modern yang disegani. [**/anw] | |
| » Berita Terkait | | Soal Rekening Gendut, KPK Tunggu Kerja Polri | | Yusril Minta Maaf Pada Pengurus PBB | | Beckham Rayu Ronaldinho ke Galaxy | | 737 RTSdi Teluk Binjai Terima Raskin | |