Senin, 15 Maret 2010 | 21:14 |
PELALAWAN (satuRiau) - Lokasi pengeburan gas PT Kalila yang dikerjakan sub kontraktor PT Bina Mitra Arta meledak mengeluarkan semburan gas sampai ketinggian 50 meter. Radius ledakan terdengar sampai 13 km.
Akibat ledakan tersebut puluhan karyawan PT. Bina Mitra Arta diungsikan dan sejauh ini belum ada laporan korban akibat sembuaran gas dari sumur pengeboran yang berlokasi desa Langgam Kabupaten Pelalawan, Riau.
WARGA desa Langgam KM 30 sempat terkejut saat kejadian berlangsung pada Senin (13/3) sekitar pukul 13.30 WIB. Ledakan dahsat tersebut dikhawatirkan masyarakat sekitar mengandung gas beracun yang membahayakan kehibupan warga sekitar.
Menurut pengakuan warga desa, dari jarak I3 Km masih kelihatan asap gas yang mengepul bahkan dari desa Panarikan Pelalawan yang berjarak 30 Km dari lokasi perusahaan melakukan pengeboran masih terlihat.
Sejauh ini belum diketahui secara pasti punca ledakan. Sebagian warga menduga ledakan terjadi akibat pipa yang digunakan untuk pengeboran tidak sesuai dengan tekanan gas yang keluar dari bumi.
Humas perusahaan PT Bina Mitra Arta mengakui bahwa ledakan berasal di sumur gas yang tengah dibor. Tembakan gas yang keluar menyebabkan puluhan pekerja pengeboran diungsikan untuk langkah penyelamatan. Penyebab ledakan untuk sementara diduga akibat tidak sesuai dengan tekanan gas yang keluar. Kendati pengeboran baru mencapai 1000 Feet.
Saat ini perusahaan tengah berupaya menghentikan semburan gas yang melebihi kekuatan pipa yang dimasukan untuk menyedot gas di dalam bumi. "Untuk sementara kami menyelamatkan para pekerja dahulu," ujar Samsuar. [**/212] |
|
| » Berita Terkait |
| Soal Rekening Gendut, KPK Tunggu Kerja Polri |
| Yusril Minta Maaf Pada Pengurus PBB |
| Beckham Rayu Ronaldinho ke Galaxy |
| 737 RTSdi Teluk Binjai Terima Raskin |