JAKARTA (satuRiau)-Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal 'Ical' Bakrie secara resmi mengukuhkan pengurus DPP Partai Golkar periode 2009-2015, Jum'at (30/10) malam kemarin, di Hotel RitZ Carlton, Jakarta. Bersama dengan 250 orang pengurus dari 29 bidang yang dikukuhkan terselip 12 nama yang berasal Riau.
Ke-12 nama yang dilantik itu empat diantaranya sebagai pengurus harian yakni Ketua Bidang Hubungan Eksekutif dan Yudikatif HM Rusli Zainal, Wakil Sekjen Musfihin Dahlan, Wakil Bendahara Rahman Akil dan Arsyadjuliandi Rahman. Sedangkan delapan orang lainnya masuk dijajaran bidang dan departemen yakni Nurliah, Yurika Masfa, Emalia Natar, Nivi Ambar Sari, Fahat Arafiq dan Ria Parlaungan. Sementara Sugianto masuk dijajaran Dewan Pertimbangan DPP Golkar.
Menurut Ketua DPD I Partai Golkar Riau Rusli Zainal, masuknya 12 nama putera-puteri yang berasal dari Riau merupakan catatan sejarah yang belum pernah dicapai sejak masa silam. Rusli berharap prestasi ini, bisa memacu pengurus Golkar di daerah untuk memenangkan pilkada di beberapa kabupaten dan kota. Rusli menyatakan tugas sebagai pengurus pusat Golkar merupakan amanah yang mesti dijalankan secara maksimal dan sebaik-baiknya.
"Ini kali pertama kader-kader Golkar daerah asal Riau begitu banyak masuk di jajaran pengrus DPP Golkar. Dan saya berharap dengan masuknya mereka dapat emaksimalkan peran sesuai posisi masing-masing," ujar Rusli Zainal seraya berharap keberadaanya di kepengurusan DPP Golkar akan bisa membawa perubahan sesuai dengan apa yang telah diinginkan oleh Partai Golkar.
Rusli mengaku siap mengundurkan diri dan menyerahkan jabatannya sebagai Ketua DPD I Golkar Riau saat bergulirnya Musda Golkar Riau yang digelar di Tembilahan, 2-4 Nopember nanti. "Saya siap mundur karena hal itu diatur dalam ketentuan partai bahwa tidak dibenarkan rangkap jabatan," ujar Rusli Zainal yang juga Gubernur Riau ini.
Aburizal dalam sambutan pengukuhan pengurus DPP Golkar menjelaskan pengurus DPP Partai Golkar periode 2009-2015, setiap bidang harus membuat rencana-rencana inovatif bagi pengembangan Partai Golkar untuk pemenangan Pemilu 2014. Menurut Aburizal, susunan kepengurusan dibentuk berdasarkan matriks dengan pembagian lima wilayah, yakni Jawa-Bali-NTB, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua-Maluku-NTT.
Menyoal tidak masuknya nama mantan Ketum Golkar Jusuf Kalla dalam kepengurusan Partai Golkar periode 2009-2015, Ical mengatakan sejatinya telah disiapkan struktur Ketua Dewan Kehormatan untuk JK. Namun lantaran JK tak bersedia ditunjuk sebagai Ketua Dewan Kehormatan, maka struktur tersebut akhirnya dihilangkan. [**/bb]