 DAGING TERPISAH. Beginilah kondisi salah satu dari dua bangkai gajah yang ditemukan di Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas, Kamis (7/5/09). Diduga ada keterlibatan pegawai PLG Minas dalam kasus ini. (Foto: RTC/Net)
|
Jumat, 08 Mei 2009 | 11:18 |
MINAS (satuRiau) - Dua ekor gajah jantan ditemukan mati mengenaskan dengan kondisi badan dan daging sudah disayat, gading sudah hilang, belalai terpisah dari badan dan kepala remuk akibat pukulan benda keras. Kuat dugaan sebelumnya, gajah tersebut mati akibat diracun, yang diisi pada buah nenas yang biasa dimakan gajah.
Kepala Pusat Latihan Gajah (PLG) Daerah Minas, Musliono kepada wartawan Kamis (7/5/09) membenarkan kejadian tersebut. "Gajah tersebut merupakan satwa binaan PLG Minas berjenis kelamin jantan. Kedua gajah yang mati tersebut sebelumnya diberi nama adalah Rege yang sudah berumur 16 tahun dan Tomy berumur 23 tahun," kata Musliono.
Menurut Musliono, kematian kedua gajah tersebut baru dikatahui pihak PLG pada Kamis pagi, ketika dua orang pawang gajah Rege dan Tomy berniat mengumpulkan kedua binatang dilindungi tersebut di camp tempat latihan.
"Di PLG Minas terdapat 32 ekor gajah. Setiap Senin dan Kamis dikumpulkan di Camp untuk dilatih. Namun saat diketahui kedua gajah tersebt sudah mati dibunuh," kata Musliono.
Dikatakan Musliono, kedua bangkai gajah tersebut ditemukan di satu lokasi, dan masih dalam kawasan PLG Minas, di Desa Minas Jaya, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, yang berjarak sekitar 3 kilometer dari Camp PLG Minas.
"Antara satu bangkai dengan bangkai lainnya terpisah sekitar 500 meter," kata Musliono.(ryn) | |
| » Berita Terkait | | Laksamana Sukardi Diperiksa KPK | | Proyek APBN PN Pelalawan Diduga Bermasalah | | Janji Dinikahi, ABG Diperawani | | Agustiar Terancam Dipanggil Paksa | |