 DAGING TERPISAH. Beginilah kondisi salah satu dari dua bangkai gajah yang ditemukan di Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas, Kamis (7/5/09). Diduga ada keterlibatan pegawai PLG Minas dalam kasus ini. (Foto: RTC/Net)
|
Jumat, 08 Mei 2009 | 11:33 |
MINAS (satuRiau) - Ramlan dan Faturrachman yang merupakan dua orang pawang gajah yang mati, Rege dan Tomy terlihat shock dan menangis saat melihat gajah asuhan mereka sudah menjadi bangkai dan terbelah-belah, Kamis (7/5/09) pagi.
Untuk diketahui, dua ekor gajah jantan tersebut yakni bernama Rege dan Tomy ditemukan sudah menjadi bangkai pada pagi Kamis kemarin. Kuat dugaan, kedua binatang berbelalai tersebut mati akibat diracun saat akan makan. Sementara, oknum pihak petugas Pusat Latihan Gajah (PLG) cabang Minas diduga terlibat atas kejahatan terhadap binatang yang dilinduingi negara tersebut.
Hasil otopsi yang dilakukan oleh dokter hewan dr. Rini menerangkan, baha dugaan sementara, kedua gajah tersebut mati akibat memakan nenas yang sudah dicampuri racun oleh beberapa orang yang diantaranya diduga melibatkan pihak PLG. "Setelah mati baru gading gajah tersebut diambil," kata dr Rini.
Sementara itu, Ketua PLG Minas, Muslioni menambahkan, bahwa dua pasang gading gajah berukuran 1 meter, yang sempat hilang tersebut saat ini sudah ditemukan, tak jauh dari lokasi bangkai gajah ditemukan.
"Namun kami tetap akan membentuk tim investigasi untuk mengungkap pelaku pembunuhan terhadap kedua ekor gajah itu. Ada indikasi keterlibatan pegawai di sini, mengingat lokasinya bukan jalan umum, melainkan masih kawasan PLG, karena itu kami akan melakukan penyelidikan. Semua pawang dan pegawai akan diperiksa," tegas Musliono.ryn/rls | |
| » Berita Terkait | | Laksamana Sukardi Diperiksa KPK | | Proyek APBN PN Pelalawan Diduga Bermasalah | | Janji Dinikahi, ABG Diperawani | | Agustiar Terancam Dipanggil Paksa | |